Jelajah dan Nostalgia di Galela, Halmahera Utara

Sebuah patung bertopi bundar seolah menyambut kedatangan kami di sebuah bukit, di tepian utara Talaga Duma, Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara. Tangan kanan patung itu memegang cangkul, tangan kiri menggenggam sebuah alkitab. Ia berpijak pada bola bumi berelief pulau Halmahera.

Bukit yang kami datangi itu, oleh warga setempat disebut Tanjung Van Dicken. Patung tersebut ialah Hendrik Van Dijken, misionaris asal Belanda yang mengabarkan injil di Halmahera pada pertengahan abad 19. Patung itu dibangun sebagai menoumen untuk mengenang sang misionaris.

Saya dan Jamal – seorang karib dari Tobelo, berkunjung ke sana pada awal Februari lalu. Kami berkendara dari Kota Tobelo, melintasi jalanan aspal dengan pemandangan kebun kelapa hampir  sepanjang perjalanan.

Sekira sejam berkendara, memasuki Desa Soa Sio, ibu kota kecamatan Galela yang berada di pesisir, kami memacu kendaraan menuju Talaga Duma atau Danau Galela, merupakan salah satu danau terbesar di Maluku Utara.

Baca sumber selengkapnya:

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *